Halaman

Jumat, 21 Desember 2012

“Kisah Lainya” Obat Rindu Sahabat NOAH


Judul               : Kisah Lainnya 2010-2012
Pengarang
       : Nazriel Ilham ( Ariel ), Uki, Lukman, Reza, David
Penerbit
           : Kepustakaan Populer Gramedia (KPG)
ISBN
               : 9789799104823
Terbit
               : 9 Agustus 2012
Tebal Halaman: 240
Resensor            : Arifin Oce
“Kisah Lainya”
Obat Rindu Sahabat NOAH
Sebuah buku yang berjudul “Kisah Lainya”  mengiringi  launching album pertama grob band eks Peterpan yang kini telah resmi berganti nama menjadi NOAH. Sebuah sisi-sisi lain dari setiap personel NOAH termaktup dalam sebuah buku setebal 240 halaman tersebut, Konon, sampai saat ini sudah dicetak sampai 70.000 ekslempar.
“Kisah Lainya”  nampaknya menjadi obat rindu bagi para fans yang merindukan band yang telah 2 tahun vakum pasca merebaknya skandal video porno yang dilakukan oleh vocalis NOAH, yaitu Nazriel Ilham atau yang akrab di panggil Aril. Hadirnya NOAH di blantika musik Indonesia mendapatkan respon luar biasa dari berbagai pihak. Terbukti dengan penjualan kaset yang laku keras di pasaran, serta seringnya singgle “Separuh Aku” yang merupakan salah satu lagu andalan dari album “Seperti Seharusnya” yang sering di putar di radio-radio, maupun acara musik di beberapa stasiun televisi nasional. Hal itu membuktikan band pelantun lagu “Ada apa denganmu” tersebut karya-karyanya masih diterima di masyarakat.
Sebuah buku yang mengisahkan perjalanan Aril dan kawan-kawanya selama dua tahun ketika groub band ini vakum. Buku yang berjudul “Kisah lainya” mengungkap perjalanan dimana masa-masa kebesaran grob band Peterpan dimasa lalu, serta hal-hal sederhana dan kisah-kisah sederhana lainya yang dialami Ariel, luki, lukman, Reza, dan David.
“Kisah Lainnya” dibuka dengan kisah kasus video yang menimpa Ariel. Disana dijelaskan secara harfiah bagaimana perasaan Ariel saat pertama kali terkena kasus tersebut. Tak hanya dampak, cerita seputar hari-hari saat menuju kursi pesakitan karena skandal itu pun mengalir jernih. Selain menyajikan kisah hidup Ariel, kisah terbentuknya hingga hampir bubarnya Peterpan, juga dijelaskan dalam buku setebal 240 halaman itu. Kisah penantian Lukman, Uki, Reza dan David terhadap Ariel yang dipenjara menjadi salah satu sajian menarik dalam buku ini.
Dalam buku tersebut Ariel bercerita bagaimana ketika ia mendapati dirinya secara tiba-tiba telah menjadi orang nomor 1 yang dikejar oleh para pemburu berita. Namanya muncul dimana-mana, antara mimpi dan kenyataan. Ia dipaksa untuk mempercayai semua realita tersebut. Ia juga menuliskan sepenggal paragraf yang menggambarkan perasaannya kala pertama kali menjadi tahanan Bareskrim.
“Lalu kau injakkan kakimu untuk pertama kalinya disitu. Kau mencoba untuk tetap tenang, namun jantungmu berdetak keras. Kau mencoba untuk normal, namun semua melihat wajahmu pucat. Mencoba menguatkan diri namun tanganmu bergetar. Pukul 2 pagi ini, setelah hari yang menegangkan dan menguras semuanya membuat badan dan pikiran berjalan tidak searah. Pikiranmu tidak lagi menguasai badanmu, dan badanmu enggan mengenali pikiranmu”. Disini juga diceritakan bagaimana Ariel menjalani hari-harinya di Bareskrim bersama napi-napi lain. Bagaimana ia bersosialisasi dan mulai menikmati kehidupan di rutan, meski sulit.
Di buku  240 halaman itu sebagian besar didominasi oleh pengalaman Ariel, sisanya pengalaman dan komentar para personel NOAH yang lainnya. Bagaimana Reza yang meninggalkan bangku kuliahnya saat tahun terakhir. Bagaimana David yang dijebak oleh guru pianonya pada akhirnya menumbuhkan rasa PD dalam dirinya untuk bermain di depan orang. Diceritain bagaimana kehidupan spiritual yang dialami oleh Lukman dan Reza yg berubah, mereka semakin mendekatkan diri pada ALLAH SWT. Diungkapkan bagaimana Uki sempat kehilangan kontak dengan lukman dan reza, kabar terakhir menyebutkan bahwa mereka pergi ke India. Juga bagaimana kagetnya Uki saat tahu bahwa David mengidap sakit batu empedu yang harus menjalani operasi 3 kali sehari, serta bersyukurnya David setelah lolos dari maut.
Diakhir kisah, Ariel menjelaskan bahwa penggemar setia adalah alasan utama mereka harus bangkit dan mengembalikan kebanggaan Peterpan, sekarang NOAH  yang dulu pernah ada dihati para penggemarnya yaitu Sahabat NOAH.
Tentang Takdir dan Kehidupan
Pada saat masalahmu menghampirimu, janganlah berkecil hati
Itu adalah pasangan hidupmu
Itu adalah takdirmu
Sesuatu yang sudah dipersiapkan untukmu,
Bahkan sebelum kau dilahirkan
Itu adalah pelengkap hidupmu.
Itu adalah gurumu, maka cintailah dia.

Penilaian Tuhan tidak dimulai saat kau menerimanya
Karena semua orang akan menerimanya, tanpa terkecuali
Selayaknya seperti orang-orang sebelumnya ..
Jangan pernah berusaha menolak kesalahanmu
Terimalah itu sebagai bekalmu, untuk perjalanan panjangmu
Justru kesalahanmu dimulai ketika kau menolak menerima kesalahanmu
Sedangkan kau menyadarinya

Lapangkanlah dadamu, sehingga luas, tempat untuk ilmu yang berguna
Penilaian Tuhan dimulai saat kau memperbaikinya

Penulis, adalah aktivis Teater Gema dan  Racana Subiadinata

1 komentar: