Halaman

Jumat, 23 Desember 2011

Teater gema gelar Do’a dan makan Besama

Teater gema gelar Do’a dan makan Besama


Ketua umum Teater Gema IKIP PGRI Semarang Ibrahim Bra memimpin acara do’a dan makan bersama yang diselenggaran oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Teater Gema IKIP PGRI Semarang di pelataran Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) yang terletak di jalan sidodadi no 1, kamis, (16/9).
Dihadiri oleh beberapa aktivis dari berbagai organisasi yang ada dibawah naungan kampus IKIP PGRI Semarang. Seperti UKM Rebana, Racana Subiadinata, Lembaga Keuangan Mahasiswa (LKM) dan Kamapala. Serta tamu undangan dari mahasiswa yang berasal dari berbagai program studi di IKIP PGRI Semarang sendiri. Tidak ketinggalan awak-awak Teater Gema yang selalu menjunjung tinggi semboyan perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata.
“Acara ini bukanlah apa-apa, namun kegiatan ini diadakan juga bukan pula tanpa maksud apa-apa. Kami mengadakan acara ini sebagai wujud berkumpul, berdo’a dan makan makan bersama. Dalam kehidupan kita, makan adalah kebutuhan yang tidak bisa ditinggalkan, karena itulah kami membuat acara makan bersama ini dengan diiringi do’a, agar membuat sesuatu yang masuk pada diri kita berkah dan bermanfaat. Dengan berkumpulnya 40 orang atau lebih maka didalamnya terdapat satu nabi dan satu wali. Apabila digunakan untuk berdo’a maka kemungkina besar akan tercapai apa yang kita inginkan.” Ujar Ibrahim Bra saat memberi sambutan.
Pria asal Demak itu menjelaskan, banyak orang bertanya, sebenarnya apa tujuan dan dalam rangka apa acara tersebut diadakan? Tidak salah memang pertanyaan semacam itu, namun jika kita kembalikan pada diri kita sendiri, apakah berdo’a harus dengan embel-embel dalam rangka apa? Haruskah kita makan dalam rangka apa? Setidaknya kegiatan kecil ini mengingatkan pada kita, bahwa do’a sama halnya seperti makan. Do’a menjadi kebutuhan kita sehari-hari, dan harus kita langgengkan setiap hari. Untuk mendekatkan diri dan selalu ingat pada Tuhan. Tidak hanya berdo’a kala mendapakan kesulitan atau musibah, lalu merengek-rengek meminta belas kasihan dari Tuhan. Makan menjadi simbol atau gambaran saat seseorang mendapat kebahagiaan. Seharusnya limpaahan yang begitu banyak diberikan pada kita ini harus diiringi do’a agar tidak lupa siapa yang memberI makan dan kebahagiaan pada kita ini.**Arifin Oce**

Tidak ada komentar:

Posting Komentar